“Kedatangan MU Tak Melibatkan Investor”
July 2, 2009
Wawancara Agum Gumelar
Total biaya mendatangkan MU Rp 25,4 miliar.
VIVAnews – Manchester United untuk kali kedua ke Indonesia dalam rangkaian Tur Asia 2009. Tim Setan Merah akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), 20 Juli 2009.
Pihak promotor ProEvent memberikan kepercayaan kepada Agum Gumelar selaku Ketua LOC Panitia Lokal di Indonesia. Seperti apa proses kerjasama berlangsung dan bagaimana sikap Agum menghadapi beberapa permasalahan yang ada, berikut petikan wawancara VIVAnews di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Kamis 18 Juli 2009.
Saat ini Anda sedang menangani sebuah proyek besar, yakni kedatangan Manchester United ke Indonesia. Bagaiamana awalnya Anda bisa terlibat dalam kegiatan ini?
Pertama kali saya dihubungi oleh ProEvent sekitar tiga bulan lalu. Saya juga tidak tahu siapa yang merekomendasikan saya saat itu. Saat tawaran itu datang, yang pertama ada dalam benak saya adalah kesempatan untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
Banyak tim besar yang sudah menggelar tur ke Asia. Namun, jarang yang mau mampir ke Indonesia. Ini artinya, citra kita masih sangat buruk. Ini yang coba saya angkat lewat kedatangan Manchester United, 20 Juli 2009.
Berapa dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan MU?
Untuk mendatangkan MU memang tidak murah. Biaya mendatangkan mereka butuh dana sekitar 2 juta dolar AS. Ditambah biaya penyelenggaraan totalnya mencapai 2,5 juta dolar AS (Rp 25,4 miliar.)
Angka ini tentu tidak sedikit. Apakah Anda menanggung sendiri dana sebesar itu?
Tadinya ada yang sudah setuju untuk jadi investor. Namun, belakangan mereka tidak konfirmasi lagi. Karena sudah terlanjur tanda tangan, terpaksa saya harus menyanggupi poin-poin yang ada dalam perjanjian itu.
Lantas apa langkah yang Anda ambil selanjutnya?
Untuk memenuhi pembayaran sesuai dengan poin perjanjian, saya dibantu oleh pihak luar, yakni Nirwan Bakrie. Jadi murni dana perorangan dan tidak melibatkan investor.
Cristiano Ronaldo selama ini menjadi magnet bagi pecinta MU. Namun saat ini, Ronaldo sudah pindah ke Real Madrid. Apakah Anda tidak khawatir keputusan ini akan mengecewakan penonton yang telah membeli tiket?
Kalau berpengaruh, saya pikir pasti. Sebab, Ronaldo selama ini merupakan ikon MU. Namun, MU kan masih memiliki bintang lain, jadi saya pikir penonton tidak akan kecewa. Buktinya animo penonton saat ini masih tinggi.
Lihat saja penjualan tiket. Meski Ronaldo tidak bisa hadir, animo masyarakat untuk mendapatkan tiket menonton MU tetap tinggi. Jadi meski berpengaruh, absennya Ronaldo tidak akan mengurangi antusiasme pecinta untuk hadir.
Hingga saat ini distribusi tiket boleh dikatakan belum seluruhnya selesai. Distribusi tiket juga tergolong rumit karena banyak pihak yang terlibat. Jumlah permintaan juga jauh di atas kuota yang tersedia.
Apakah Anda tidak khawatir pertandingan ini bakal menimbulkan masalah saat MU datang?
Tidak. Saya tidak khawatir sama sekali. Sebab, pertandingan MU vs Indonesia All Star tidak melibatkan fanatisme. Pertandingan ini juga hanya entertaiment atau hiburan. Mengenai besarnya animo penonton, kami akan menyediakan beberapa layar lebar di bebearapa titik di Jakarta. Jadi bagi mereka yang tidak kebagian tiket bisa menyaksikan pertandingannya di sana.
Ketiga pasangan capres dan cawapres akan mengadakan kampanye di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Berkaca dari kampanye pemilu legislatif lalu, kegiatan ini sangat berpotensi merusak rumput stadion. Bagaimana komentar Anda soal ini?
Saya telah berdoa agar SUGBK tidak digunakan untuk kampanye. Namun, ternyata doa saya belum didengar. Tiga pasangan capres dan cawapres sudah mengajukan jadwal untuk kampanye di sini. Kalau sudah seperti ini, saya hanya bisa menghimbau agar massanya dilarang menginjak rumput stadion. Soalnya, kalau sampai rumput stadion rusak, rehabilitasinya cukup lama dan akan berpengaruh pada pertandingan MU nanti.
Jangan menganggap pertandingan MU vs Indonesia All Star tidak ada artinya. Pertandingan ini bertujuan untuk mengangkat kembali citra kita di mata dunia. Jangan sampai kerusakan yang terjadi di lapangan akan membuat citra kita semakin terpuruk. Ini bukan hanya suara saya saja, tapi suara masyarakat olahraga di Indonesia.
• VIVAnews
Entry Filed under: News. .








Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed